|
Lelaki itu .. yang duduk di pojok ruangan.Di depan layar berkedip dan CPU menderit.Aku mengenalnya yah mengenalnya.Dialah orang pertama yang sering aku jumpai ketika membuka pintu lab ini.Lelaki yang kadang tersenyum dan melambaikan tangan ketika aku melewatinya.Selebihnya dia akan tenggelam terpaku diantara layar berkedip dan CPU menderit.Diam tanpa kata.
Kadang aku melihatnya tersenyum sendiri.Entah apa yang di kerjakannya.Tapi kadang juga aku melihatnya cemberut.Memasang wajah kaku seperti gunung es.Entah apalagi yang di alaminya.Iseng, aku pura - pura membetulkan kursi di sebelahnya.Ingin tau sedang apa dia dengan layar berkedip dan CPU yang menderit.
O .. ow dia sedang melukiskan impiannya.Dia sedang bermimpi.Dia sedang menuliskan trilyunan bits ke layar berpendar dan CPU yang menderit."aku ingin jadi lelaki sejati .." pendaran yang tertera di depannya."tapi ternyata tidak semudah yang aku bayangkan .."layar itu berkedip lagi."aku pikir selama ini aku telah jadi dewasa dan bijak.Ternyata aku salah.Jiwa ku terlalu kerdil.sifat kekanak-kanakanku masih terlalu dominan dalam diriku".
Ah iyah, aku ingat.Dia pernah bercerita padaku kalo dia sangat kesepian.Layar berkedip dan CPU menderit telah memenjarakannya jadi makhluk asosial.Dia terjebak terlalu dalam.Tanpa kuasa melepaskan diri.Dulu dia orang yang sangat berbahagia.Bisa bertemu dengan orang-orang dan mendengar cerita dari mereka.Dulu dia sering bermain dengan anak tetangga, bercerita tentang kancil dan buaya.Dan menikmati wajah polos dan tawa riang mereka.
"aku rindu diriku yang dulu .." ucapnya lirih dengan bibir gemetar."aku rindu diriku yang dulu dengan munajat - munajat panjang.Dan cucuran tangis akan dosa-dosa"."padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menempuh jalan itu dengan ikhlas".wajahnya bias.Kesedihan yang mendalam terpancar dari matanya yang sayu.
"aku ingin jadi seorang dai yang hebat .." akunya lagi suatu ketika.Wajahnya berbinar."aku ingin menjadi jalan bagi turunnya hidayah Allah buat hamba-hambaNya .."seulas senyum terlukis dari bibirnya yang merah.Dia terlihat lebih manis dengan senyuman seperti itu.Hal yang baru pertama kali aku sadari ada pada dirinya."Kamu percaya kan kalo aku punya bakat jadi dai hebat ...?".Aku mengangguk."kamu percaya kan yah ..".Aku mengangguk berulang kali.
Ah, lelaki yang duduk di pojok ruangan.Di depan layar berkedip dan CPU menderit.Rasanya aku mengenalnya yah mengenalnya.Bahkan sangat mengenalnya.Lelaki itu adalah aku."addah ronie"
|